Sambungan "Menyambut Pagi"
Pagi ini aku lihat cuaca begitu cerah, setelah tadi pagi kabut sempat menutupi sebagian wilayah cianjur tetapi sekarang aku sudah dapat melihat dengan begitu jelas sebuah pemandangan yang mempesona di balik keangkuhannya yang menjulang tinggi. Begitu dekat dan begitu jelas lekukan-lekukan pegunungan Gede Pangrango yang kulihat sekarang, beda sekali ketika kulihat dari kampung halamanku disudut sana yang terlihat hanyalah siluet pegunungan yang menjulang tinggi mencakar dan menembus awan. Setelah selesai belanja keperluan logistik walau hanya beberapa mie instan dan ikan asin pagi itu aku melanjutkan perjalananku dengan sisa uang hanya 6.000 Rupiah.
Pagi itu aku berjalan kaki dari alun-alun cianjur kearah selatan, setelah kira-kira satu jam perjalanan menyusuru jalan beraspal di kota cianjur dan dikarenakan susahnya mencari tumpangan gratis akhirnya aku memutuskan untuk menumpang angkutan umum dengan sisa uang yang aku punya. Setelah menemukan angkutan umum akupun naik angkutan tersebut. Aku berhenti di perempatan jalan yang menuju arah Gunungputri, setelah membayar ongkos akupun melanjutkan perjalananku dengan berjalan kaki walau masih berada di wilayah perkampunga tapi kondisi jalan disana adalah menanjak yang menguras banyak tenaga. Tak terasa aku sudah berjalan jauh sekali mungkin sekitar 2 jam aku berjalan diantara bukit-bukit pertanian warga, ternyata ucapan dekat yang dikatakan petani waktu tadi tak sebanding dengan kenyataan. Sudah hampir dua jam tapi jangankan berada dikaki gunung pertengahannya-pun aku kira belum sampai.